HomeHome  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 [FanFic] Cody the Stray Dog

Go down 
AuthorMessage
SergeantKey
Friends Forever
Friends Forever
avatar

Male
Number of posts : 95
Age : 31
Registration date : 2008-12-27

PostSubject: [FanFic] Cody the Stray Dog   Tue 03 Mar 2009, 04:51

Fanfic gue, terinspirasi dari game Ayodance.
Fanfic ini masih dalam taraf pengerjaan.
jadi kemungkinan banyak adegan yang dirubah demi cerita terbaik.
sebaiknya membaca cerita ini bila sudah the end.

o ya. jangan tulis komentar di sini. tulis saja di
http://4ever.heavenforum.org/literature-prose-poetry-f14/journal-of-the-damned-t28.htm

story rate : 17+

=======================================

What they said about Cody :

"dia bener-bener beda. jadi seperti dd nya Kou."

"preman"

--------------------------------------------------------------

Cody is the little brother of Kou.
they are nicks for my chars in ayodance.

--------------------------------------------------------------

ENJOY..!


Last edited by SergeantKey on Tue 03 Mar 2009, 05:06; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
SergeantKey
Friends Forever
Friends Forever
avatar

Male
Number of posts : 95
Age : 31
Registration date : 2008-12-27

PostSubject: Re: [FanFic] Cody the Stray Dog   Tue 03 Mar 2009, 04:56

Chapter 1 : New Stray Dog in Abethar





Bilamana kau berjalan menyusuri jalanan yang merupakan wialyah komunitas anjing liar, kau pasti akan merasa was-was. Mungkin kau tidak takut pada anjing. Tapi paling tidak mereka mengganggu jalan-jalan santaimu dengan gonggongan mereka.


Yang menggelikan adalah, anjing-anjing liar tersebut akan mengambil jarak bila kau berusaha menghardik mereka agar pergi. Setelah mengambil jarak dan kau hendak melanjutkan perjalananmu, mereka datang lagi mendekat untuk kembali menggonggongimu hingga kau pergi dari wilayah mereka.


Di dunia ini ada dua jenis anjing.


Anjing pertama adalah anjing piaraan, dimana mereka dipelihara, akan tetapi tidak bebas. Walau demikian, kebebasan mereka terbayar dengan terbebas dari kelaparan.


Dan anjing kedua adalah anjing liar, dimana mereka bebas, sebebas-bebasnya, akan tetapi kelaparan. Kebebasan mereka harus dibayar dengan derita kelaparan. Perut kosong, tubuh kurus, akan tetapi kuat karena hidup dengan keras.


Cody bebas, namun ia tidak kelaparan. Tapi sekalipun ini bukan soal makanan, tetap saja Cody tidak seperti anjing liar yang berusaha
mempertahankan wilayahnya. Menggonggi orang yang masuk arealnya dengan setengah takut.


Cody memang bebas, tapi ia punya rumah. Ia bisa makan secukupnya tiap hari, dan ia tak pernah mengklaim sebuah teritori sebagai miliknya sendiri, seperti yang dilakukan hamper setiap orang yang bisa berkelahi di daerah tersebut dan memiliki pengikut.


Itulah yang membuat Cody tidak mengerti mengapa ia dijuluki Cody the Stray Dog. Yang ia tahu, ia merasa terbuang dari siapapun bahkan sejak ia kecil.


Padahal sekitar 30 tahun lalu di Abhetar, ada juga pria kuat, seorang petarung jalanan yang tak kenal takut, tak pernah terkalahkan, sama
seperti dirinya saat ini, belum ada yang pernah menang bila mereka berkelahi dengan Cody.


Pria itu bernama Cody juga, akan tetapi julukannya jauh lebih keren.
Cody the Invincible.


Masa bodoh dengan nama panggilan.


Kini Cody mulai merasa seperti anjing liar betulan. Hari ini ia kelaparan, untung ia bekerja di sebuah restoran Jepang. Kakek Morii yang hidup sebatang kara pasti mau memberinya sarapan.


Memang, sejak Cody mengobrolkan mengenai foto wanita yang terpajang di dinding restoran SunRise Chamber dengan kakek Morii, hubungan mereka jadi lebih dekat.


Biar kita mundur dulu ke belakang, yang mengawali pertemuan antara Cody dengan kakek Morii.


Semua berawal dari kematian ibu tiri Cody, Jeanne. Karena hidup sebatang kara, Cody menjual rumahnya di Fashan. Setelah terbeli, ia
pindah ke Abhetar untuk tinggal bersama kakaknya, Kou.


Namun ada masalah lain dengan tempat tinggal Kou saat ini.


Kou tinggal di West District, tepatnya di Adodgda.


Sesuai perjanjian pada saat pelamaran istrinya, Elly, Kou harus tinggal selama 5 tahun dirumah mertuanya, Benhard. Karena Benhard juga dulu preman, mereka sama-sama keras, Kou yang tak ingin menciptakan permusuhan, tak mampu membujuk Benhard, mengalah. Sedangkan rumahnya yang ada di apartemen Kosk 16 itu disewakan. Tapi karena kumuhnya, tak ada orang yang mau menyewa
tempat tersebut.


Akhirnya Cody-lah yang menempati apartemen Kou.


Begitu sampai di Abherta, Kou menyambutnya dengan hangat. Setelah itu ia berkata “Abherta kota yang keras. Banyak pengangguran di sini daripada esekutif. Sekalipun bisnis di sini maju, akan tetapi kesenjangan social sangat terasa nyata. Kau bisa berada dalam bahaya sewaktu-waktu.”


Setelah berkata demikian, Kou membawa Cody ke sebuah tempat
tukang tato. Tukang tato tersebut menyambut Kou dengan sangat hormat. Maksudnya bukan berarti Kou diperlakukan seperti raja yang bertandang ke rumah pengemis. Bukan. Tukang tato yang kasar dan berpenampilan keras itu tampak tunduk pada Kou.


“kenalkan, Cody.”


Tukang tato itu memperhatikan Cody. “agak mirip denganmu… peranakan Asia-Kaukasia juga?”


Kou tersenyum mantap. “adikku.”


Tukang tato itu seperti mendadak siuman setelah menerima tamparan di wajahnya. “oh.. kenalkan, Gil.”


Cody menjabat tangan Gil yang basah dan lengket itu. Orang ini bau badannya tercium ke seluruh ruangan. “Cody.”


Mendengar nama itu, Gil lalu tertawa terbahak-bahak. “Cody? Cody the Invincible? Hm? Hahaha!! Abang, apakah ayahmu penggemar Cody the Invinsible?”


Kou angkat bahu sembil tersenyum misterius. “entahlah.”


“kau tahu, belakangan ini nama Cody itu lebih banyak dimiliki oleh para anjing. Maka sekarang jarang sekali ada manusia yang bernama Cody. Terutama yang seangkatan kita.” Kata Gil.


“aku bisa menamai kucingku dengan nama Gil.” Kata Kou.


Gil tau bahwa Kou merasa tersinggung. Ia pun diam. Gil membawa kedua tamunya ke ruang VIP. “abang mau memberinya Klaim?”


“tentu saja.” Kata Kou.


“klaim?” Cody tidak mengerti.


Tak ada yang memperdulikan pertanyaan Cody. Gil bertanya lagi. “dimana?”


“di tempat yang kelihatan jelas.” Kata Kou.


“dahi? Pipi? Atau di leher, sepertimu, bang?” Tanya Gill.


Kou melirik pada Cody. Ia berpikir-pikir sejenak, seperti sedang menganalisis. “tangan saja. Di sini.”


Kou menunjuk tangan kanan Cody, bagian yang sama dengan tato jangkar pada tangan Popeye.


“aku kira di wajah atau leher lebih keren..” kata Gil. Tapi ia menurut juga. Ia segera mentato tangan Cody.


Cara mentatonya tidak sembarangan. Ada cetakannya. Tintanya juga tinta special. Menggunakan tinta yang warnanya sudah disetting dari
computer sehingga untuk menjadikannya identik, sukar.


“Gil, tunggu sebentar.” Kou mencegah Gil sebelum ia mulai mentato. Lalu ia mengambil alat tersebut dari tangan Gil. “aku saja.”


Cody tidak mengerti. “hey, kenapa aku ditato?”


Sambil memasang cetakan pada tangan Cody, Kou bercerita. “tempat ini tidak aman. Dengan begini, orang akan tahu bahwa kau adalah temanku. Kau akan aman.”


Karena sudah terlanjur ditato, Cody membiarkan saja. Lagipula ia sudah lama ingin memiliki tato. “apa ini?”


Kou melirik pada Cody. Lalu ia berkata “’gao’”


“gao?” ulang Cody.


Kou mengangguk. Ia sedang berhati-hati sekali menato adiknya. “tulisan namaku dalam tulisan China.”


Gil yang sudah tahu kebiasaan Kou yang tidak suka berbicara saat ia sedang berkonsentrasi, menggantikan Kou bercerita. “Gao berarti harga diri. Karena pengucapannya mirip, abang mengambilnya sebagai namanya.”


Cody masih belum paham. Ia memang pernah mendatangi kakaknya
di Abhetar, akan tetapi itu sudah 3-4 tahun lalu. Dan kunjungan itu sangat singkat. “tapi, kenapa? Hanya dengan melihat kanji ini, seakan orang ketakutan dan…”


Kou berdehem tersinggung. Gil buru-buru bercerita. “dasar anak udik… kakakmu, Kou, adalah orang berpengaruh di kota ini! Semua orang kenal dia. Mulai dari preman kecil, preman bis kota, hingga kepala kepolisian dan gubernur kota pun kenal dan tunduk padanya!”


“jangan berlebihan. Mereka hanya respek. Tidak sampai tunduk. Kalau tunduk saya sudah menggunakan jas dan membawa limosin kemana-mana.” Kata Kou sambil berkonsentrasi pada tato yang sedang diukirnya.


“err… ya, itu maksudnya, respek. Suatu hari ada temannya dipukuli. Abang marah dan menghajar orang tersebut. Orang itu lalu minta maaf sambil berkata bahwa ia tidak tahu bahwa orang yang dipukulinya adalah Stevo, teman baik abang.


Sejak itu terpikir oleh abang untuk membuat tato bagi mereka yang disayanginya, agar mereka terhindar dari masalah dan kejahatan.” Kata Gil.


“hei, kak, kau tahu aku tidak butuh perlindungan seperti itu. Sejak kecil bila kita berkelahi, tak jelas siapa yang menang atau kalah. Kau
tahu aku bisa menjaga diriku sendiri.” Kata Cody.


“aku hanya ingin mengklaim mu saja. Manusia takkan pernah tahu kapan ia lengah. Misalnya pada saat kau mabuk.. dan, kau biasanya lemah pada wanita, bukan?” kata Kou.


Dan akhirnya tato tersebut selesai. “paling tidak, anggaplah itu sebagai tanda selamat datang di Abhetar.”
Back to top Go down
View user profile
Hazelnut
Friends Forever
Friends Forever
avatar

Male
Number of posts : 191
Age : 25
Location : Makassar, SULSEL
Registration date : 2009-01-25

PostSubject: Re: [FanFic] Cody the Stray Dog   Thu 05 Mar 2009, 19:53

Novel ya?

malu
Back to top Go down
View user profile http://profiles.friendster.com/31959728
Sponsored content




PostSubject: Re: [FanFic] Cody the Stray Dog   

Back to top Go down
 
[FanFic] Cody the Stray Dog
Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» My otome fanfic
» My fanfic: Summer's End, A New Beginning
» One Last Cold Kiss (A Harry Potter Fanfic)
» Kat's Pokemon fanfic no one will read
» Roo's Otaku Senshi Fanfic

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Friends Forever Forum :: Friendship :: Literature: Prose & Poetry-
Jump to: